ASI mampet dan cara mengatasinya__ASI merupakan malanan alamiah yang pertama dan utama bagi bayi baru lahir. ASI dapat memenuhi kebutuhan bayi akan energi dan gizi selama 4-6 bulan pertama kehidupannya, sehingga dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal. Selain sebagai sumber energi dan zat gizi, pemberian ASI juga merupakan media untuk menjalin hubungan psikologis antara ibu dan bayinya. Hubungan ini akan menghantarkan kasih sayang dan perlindungan ibu kepada bayinya serta memikat kemesraan bayi terhadap ibunya, sehingga terjalin hubungan yang harmonis dan erat. Namun sering ibu-ibu tidak berhasil menyusui bayinya atau menghentikan menyusui lebih dini.
Jika para bunda memiliki masalah dengan keluarnya asi yang kurang lancar atau mampet atau kering segera saja mencari solusi yang dapat mengatasi masalah asi Yyang tidak keluar atau keluar sedikit atau mulai berkurang volumenya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk melancarkan keluarnya ASI adalah dengan cara meminum minuman herbal yang aman untuk bunda dan bayi bunda. Salah satu herbal perangsang keluarnya ASI adalah Lacta Q, bahan utama dari fenugrek yang aman. Untuk mendapatkan Lacta Q bisa menghubungi :
Call/SMS/Whatsapp : 082300061112
BBM: 79351664
Harga Rp. 60.000

Bayi baru lahir perlu mendapat perawatan yang optimal sejak dini, termasuk pemberian makanan yang ideal. Tidak ada satupun makanan yang ideal untuk bayi baru lahir selain Air Susu Ibu (ASI). Mendapatkan ASI merupakan salah satu hak azasi bayi yang harus dipenuhi. Hak bayi mendapat ASI diartikan mendapat ASI sesuai dengan Resolusi World Health Assembly (WHA) 2001, yaitu bayi mendapat ASI eksklusif sejak lahir sampai usia 6 bulan, selanjutnya diberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) dan pemberian ASI diteruskan sampai bayi berusia dua tahun atau lebih.
Air Susu Ibu mengandung komponen makro dan mikro nutrien. Yang termasuk makronutrien adalah karbohidrat, protein, dan lemak sedangkan mikronutrien adalah vitamin dan mineral. Hampir 90% dari ASI terdiri dari air, karena itu bayi yang mendapat cukup ASI tidak perlu lagi mendapat tambahan air walaupun berada di tempat yang mempunyai suhu udara panas.
Menyusui memberikan manfaat jangka pendek dan jangka panjang baik bagi bayi maupun ibu, antara lain membantu melindungi anak dari beragam kelainan akut dan kronik. Berbagai studi dari negara berkembang menunjukkan bahwa bayi yang tidak diberi ASI memiliki kecenderungan 6 hingga 10 kali lebih besar kemungkinannya meninggal pada bulan pertama kehidupan dibandingkan bayi yang diberi ASI. Diare dan pneumonia lebih umum terjadi dan lebih berat pada anak yang tidak diberi ASI, bahkan pada keadaan higien yang adekuat. Infeksi akut lainnya, seperti otitis media, meningitis Haemophilus influenzae, dan infeksi saluran kemih lebih jarang dan ringan pada bayi yang diberi ASI.
ASI mengandung banyak faktor yang membantu melindungi bayi dari infeksi, antara lain imunoglobulin, sel darah putih, protein whey (lisozim dan laktoferin), dan oligosakarida. Imunoglobulin, terutama secretory immunoglobulin A (sIgA), melindungi mukosa intestinal dan mencegah bakteri masuk ke dalam sel. Sel darah putih dan protein whey membunuh mikroorganisme seperti bakteri, virus, dan fungi. Sedangkan oligosakarida mencegah bakteri melekat ke permukaan mukosa.Perlindungan yang diberikan zat-zat ini unik untuk bayi, karena melindungi tanpa menyebabkan efek inflamasi, seperti demam. Selain itu, sIgA mengandung antibodi yang dibentuk di dalam tubuh ibu untuk melawan bakteri di dalam ususnya serta melawan infeksi yang dideritanya.
0 Komentar untuk "Cara melancarkan ASI"